Tips Menulis Cepat

(gila :D tu tangan bisa sampe gitu)


Kreasi dan revisi.

Layaknya dua orang insan yang bukan muhrim.

Kreasi adalah daya cipta dari khayalan seseorang yang diproses di otak kanan manusia. Kenapa harus otak kanan? Sebab, otak kanan merupakan otak yang bertanggung jawab atas EQ dan kreativitas manusia.

Revisi adalah proses peninjauan ulang suatu karya tulis, kalau-kalau ada kesalahan dalam penulisan. Proses ini ditangani oleh otak kiri manusia, yang bertanggung jawab atas IQ dan kemampuan analisis.

Faktanya, proses kreasi tak bisa menganalisa kesalahan dan proses revisi juga tak bisa menciptakan kreativitas. Orang yang melakukan kedua hal tersebut secara bersama-sama adalah orang yang hebat |o| namun bagi manusia biasa, mencampurkan dua proses sekaligus dapat menyebabkan buntunya ide, hilangnya kreativitas, dan semakin besarnya resiko writer block.

Kenapa?

Karena kreativitas itu acak dan bebas.

Kenapa?

Sementara analisis itu runtut dan terpaut aturan.

Jadi?

:) Menggabungkan sesuatu yang berlawanan itu tidak bagus. Maka pilihan terbaik adalah... melakukan dua proses itu secara terpisah.

Ya! Secara terpisah!

Mula-mula, Kita berkreasi sebebas-bebasnya. Catat itu, diblod, miringkan, garis bawahi, kutip, dan perbesar. Hapus rasa takut akan salah, lupakan semua aturan yang ada. Saat ini, Anda hanya dituntut untuk menulis, menulis, dan menulis. Terus menulis, jangan berhenti, jangan merevisi, jangan berpikir. Berhentilah untuk membaca kembali apa yang Anda tulis, dan menimbang-nimbang kalimat yang Anda buat. Untuk sekarang, tulislah dulu sampai selesai.

Sudah selesai? Bagus! Sekarang, mari Kita lanjut ke tahap 2.

Revisi? Bukan! Tahap 2 bukanlah revisi, melainkan tidur. Serius! Ya, maksud Saya berhenti sejenak untuk menulis. Biarkan otak Anda menyegarkan kembali sistemnya. Ini juga bermanfaat agar tak ada pendapat pribadi saat Anda melakukan proses revisi. Jadi standar penilaian Kita bisa kembali jernih.

Panjang pendeknya waktu untuk istirahat, tergantung dari panjang dan bobot naskah. Untuk cerpen atau artikel, satu atau dua hari saja sudah cukup.  Namun untuk novel, di rekomendasikan untuk berhenti minimal seminggu, ada baiknya setengah sampai satu bulan. Pokoknya, dalam masa istirahat, Anda tidak boleh menyentuh naskah yang telah Anda buat itu.

Nah, lalu apa yang Anda lakukan pada masa istirahat?

Rekomendasi Saya, kerjakan naskah lain. Atau mungkin Anda punya hobi? Nah, Anda bisa melakukan hobi Anda. Tidur? Boleh boleh. Makan? Shoping? Rekreasi? Boleh! Yang penting jangan memikirkan—apapun bentuknya—naskah yang telah Anda tulis.

Kreasi? Sudah. Vakum? Sudah. Jadi sekarang?

Anda pernah belajar EYD? Membaca tips-tips membuat kalimat dan paragraf yang bagus? Apapun itu, ingat kembali teori-teori tentang menulis, dan terapkan pada naskah Anda. Silakan hapus atau tambahkan bagian-bagian yang menurut Anda kurang ‘srek’. Atau mungkin, Anda boleh meminta pendapat orang lain untuk Anda terapkan pada naskah Anda.

Perbaiki, perbaiki, dan perbaiki. Perbaiki sampai naskah Anda sudah benar-benar sempurna. Ulang proses revisi jika perlu.

Memang, menurut Saya pribadi pun, proses revisi adalah proses yang paling berat dan membosankan @@, Pasalnya, tak jarang Kita dibuat pusing oleh jumlah kesalahan yang Kita buat pada saat proses kreasi. Maka dari pada itu, terkadang ada baiknya untuk menyerahkan proses ini kepada orang lain.

Oke! Mungkin cukup sekian dulu untuk sesi ini. Jangan lupa untuk praktek langsung.

Salam sastra, salam pena!  
Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
Thanks for your comment